Indiana Jones

Written by : Ruli Amirullah
 
Assalamualaikum Wr Wb,
 
Dear all,
Setelah bertahun-tahun, akhirnya keluar juga film Indiana Jones terbaru. Wuah, itu film favorit saya waktu kecil. Petualangan mencari benda-benda kuno, menembus belantara ataupun padang pasir. Bagi saya seru. Tapi setelah menonton Indiana Jones yg terbaru, bisa dibilang agak sedikit kecewa. Soalnya ternyata tidak seheboh yang saya bayangkan. Dari segi cerita bagus, tapi dari dulu memang bagus seperti itu, alias tidak ada sesuatu heboh yang baru. Dan dari segi teknologi, juga tidak terlalu istimewa jika kita lihat bahwa dibelakang film itu ada George Lucas (Star Wars Trilogy) dan Steven Spielberg ( Jurassic Park). Tadinya saya membayangkan tontonan dengan teknologi canggih dan terbaru, khas dari mereka berdua, bukan sekedar jalan cerita yang menarik.
 
Walaupun demikian, setelah melihat film itu, saya jadi kembali tertarik akan teknologi bangsa Aztec. Kagum akan keahlian mereka dalam membangun piramida dan bagaimana mereka mempelajari ilmu perbintangan. Yang membuat saya jauh lebih tertarik lagi, adanya relief di bangunan-bangunan mereka yang melukiskan “sesuatu” berbentuk seperti pesawat terbang ataupun astronot. Untuk lebih lanjut mengetahui tentang Aztec, sayapun browsing di internet. Sekedar info, saya memang tertarik pada budaya-budaya kuno. Mesir kuno, Babylonia, Sumeria, Aztec, Maya dll. Mengapa? Karena saya heran, ribuan tahun sebelum masehi, mereka sudah mampu membangun sebuah peradaban yang besar, dengan kemampuan teknologi dan pengetahuan yang misterius. Dan kemudian heran juga, bahwa semua peradaban besar itu kemudian runtuh, lenyap sehingga tidak melakukan “transfer pengetahuan” kepada penerusnya.
 
Pencarian bangsa Aztec di internet, ternyata membawa saya jauh ke peradaban ribuan tahun sebelumnya. Sebuah peradaban yang masih perdebatan sampai sekarang. Atlantis? Bukan, bukan cuma Atlantis. Tapi juga pada seterunya bangsa Atlantis, yang peradabannya dimulai sebelum Atlantis, yaitu Bangsa Lumeria..
 
Wah apalagi tuh??
 
Hehe, tapi tulisan saya ini bukan untuk membahas Bangsa-bangsa yg hilang itu kok. Bisa jadi mirip dongeng nantinya tulisan ini (tapi bagi yang ingin tahu lebih lanjut dengan peradaban Lumeria, silahkan cari di search engine dengan keyword ‘lumeria’, insya Allah akan menemukan banyak hal menarik disana) Sekedar info, ada anggapan bahwa mereka berdua adalah bangsa dengan teknologi tinggi. Perbedaannya, Atlantis lebih maju di bidang militer dan gemar berperang, sementara Lumeria memiliki tingkat spiritual yang tinggi dan lebih memilih jalan damai. Menarik ya? Lebih menarik lagi, dugaan  tentang adanya dua bangsa ini ditarik dari catatan-catatan kuno bangsa Aztec dan India! (ingat epik Mahabrata dan Baratayudha? Konon cerita itu sebenarnya adalah cerita sejarah tentang Atlantis dan Lumeria)…
Oke, kita lewatkan kedua bangsa itu. Mari kita baca ayat berikut:
 
Katakanlah:”Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikan bagaimana kesudahan orang-oramg yang dahulu.Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”.
(QS. Ar Ruum:42)
 
Lihatlah, di dalam ayat diatas, kita diminta untuk mengadakan perjalanan dimuka bumi. Dimuka bumi. Berarti tidak sebatas di satu wilayah saja. Bisa wilayah timur tengah (tempat peradaban besar seperti Byzantium, Persia, Mesopotamia berdiri), bisa wilayah Amerika (dimana bangsa Aztec kuno mencapai kejayaan tertingginya), atau di wilayah Afrika, China dan tempat-tempat lainnya. Dimuka bumi, berarti juga tidak sebatas di daratan saja. Kalau perlu di dasar laut! Karena bisa jadi ada peradaban kuno yang kini tenggelam di dasar laut.
Mengapa kita perlu mengadakan perjalanan dimuka bumi? Disebutkan dalam lanjutan ayat itu, bahwa kita perlu mengadakan perjalanan dimuka bumi agar kita memperhatikan kesudahaan orang-orang terdahulu. Nah, jelaslah, bahwa ada pelajaran penting dalam akhir sebuah peradaban dari bangsa-bangsa terdahulu.
Masih diayat yang sama, disebutkan bahwa kebanyakan dari orang-orang terdahulu adalah orang-orang yang mempersekutukan Allah. Mungkin karena dosa itulah yang akhirnya membuat mereka musnah. Apalagi jika kita perhatikan beberapa ayat berikut:
 
Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
(QS. An Nisa:133)
 
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka gembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.
(QS. Al An’aam:44)
 
Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.
(QS. Al An’aam:45)
 
Menarik bukan? Al Quran menjelaskan bahwa memang umat-umat terdahulu, dimusnahkan karena sikap mereka yang melupakan peringatan-peringatan Allah. Dan untuk beberapa umat, memang dengan gamblang di tuliskan di Al Quran bagaimana mereka dimusnahkan, seperti kaum Tsamud, umat Nabi Luth, umat Nabi Nuh dan masih banyak lagi. Mereka ada yang diazab dengan banjir besar, gempa dahsyat, suara halilintar yang begitu menggelegar. Dan kejadian yang menimpa mereka, seharusnya memang menjadi peringatan bagi kita, umat sekarang, dalam menjalani hidup kita kini..
 
Umat sekarang?
Ya!
Kita adalah umat yang sekarang. Umat yang dikatakan sebagai umat yang terbaik. Saya kemarin mengikuti training marketing yang mengawali materinya dengan membahas tentang umat yang terbaik ini. Trainer tersebut, Bapak Haikal Hassan, mengingatkan pada kami semua bahwa kita adalah umat terbaik yang pernah dilahirkan untuk manusia. Hmm.. terus maksudnya apa?
Oke, untuk mudahnya, mari bayangkan, bila kita mendapat penghargaan sebagai karyawan terbaik di kantor, apa perasaan kita? Tentu girang sekali, apalagi bila Direktur Utama sampai mengumumkan hal itu ke seluruh staff dan manajemen. Bangga banget ya, kebayang mungkin besoknya kita akan melangkah di kantor dengan kepala mendongak ke atas. Dan kita akan semakin semangat bekerja. Ya kan?
Nah, sekarang coba bayangkan lagi, apa perasaan kita bila Gubernur DKI Jakarta mengatakan kepada seluruh wartawan yang hadir di kantor gubernur, bahwa ia sebagai gubernur Jakarta sanggat bangga akan diri anda, dan menganggap anda sebagai warga Jakarta yang paling terbaik. Dan kemudian esoknya, wajah kita muncul di koran-koran nasional dengan judul besar-besar “INILAH WARGA JAKARTA TERBAIK”. Waaah, mungkin bukan girang lagi, tapi perasaan kita sudah terbang tinggi. Besok-besoknya, bisa jadi kita semakin bersemangat memberikan yang terbaik bagi Jakarta.
Seneng yah..
Sekarang, bayangkan bila Presiden Republik Indonesia, dengan diliput seluruh media massa, siaran langsung dari Istana Negara, mengumumkan bahwa Negara sangat bangga mengangkat kita sebagai warga Negara terbaik…
Bukan terbang lagi.. tapi sudah entah kemana perasaan kita….
Dan kemungkinan besar kita akan menjadi seorang yang semakin sangat peduli dan bangga pada Negara Republik Indonesia..
 
Nah sekarang, coba baca ayat berikut..
 
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
(QS.Ali Imran:110)
 
Siapa yang mengatakan hal itu?
Siapa yang mengatakan bahwa kita umat yang terbaik?
Direktur? Gubernur? Presiden? Bukan. Bukan mereka yang mengatakan. Tapi “atasan” dari mereka semua. Yang Menciptakan kita semua yang mengatakan itu. Yang Maha Akbar yang mengatakan itu…
Bayangkan. Allah SWT, mengumumkan kepada seluruh ciptaannya, kepada seluruh mahlukNya, kepada seluruh jajaran malaikatNya, kepada alam semesta, dan tertuang abadi dalam Al Quran, bahwa kita adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia..
 
Can you imagine that?
 
Kita adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia…
 
Lantas apa yang harus kita lakukan sebagai umat yang terbaik?
Baca aja lanjutan ayatnya, yaitu menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..
Simple kan? Tapi itu benar-benar suatu amanah yang besar buat kita. Dan seringnya malah kebalik. Untuk mengajak orang kepada yang tidak benar, lebih sering kita lakukan dibanding mengajak orang ke arah yang benar. Mengapa? Karena kalau mengajak kepada kebenaran, kita sering takut dianggap sok alim. Sementara kalau mengajak ke yang tidak benar, gampang-gampang aja, soalnya malah dianggap gaul dan keren. Iya kan? Hehehe..
 
Padahal, bila berhasil mengajak orang kepada kebenaran, itu pahalanya begitu besar, sampai ‘hitungan’ pahalanya pun disembunyikan oleh Allah. Ada hadist yang mengatakan, ‘Apabila Allah memberi hidayah pada seseorang melalui kita, maka yang akan kita terima adalah lebih dari apa yang diberikan Matahari pada dunia sejak terbit hingga tenggelam’.. Wah, besar banget kan?
 
Jadi, apa lagi sih yang kurang? Kita sudah diberi penghargaan oleh Allah langsung, dengan menyebut kita sebagai umat terbaik. Kita juga sudah di beri motivasi dengan sesuatu yang begitu besar…
 
Mari bergerak mulai sekarang, mari menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah pada yang munkar. Kita juga masih belum benar? Menurut saya gak apa-apa, kita bersama-sama aja dengan yang kita ajak menuju kebenaran. Toh kita memang bukan kyai bukan? Suatu saat kita yang mengingatkan teman, suatu saat teman yang mengingatkan kita. Pakai cara-cara simple aja dulu, misalnya nyebarin email-email yang bermanfaat, ikut dan mengajak orang-orang pada kegiatan-kegiatan yang positif, bikin-bikin blog yang isinya kumpulan tulisan bagus dan memotivasi, atau apalah… mungkin juga sekedar mengingatkan orang akan kasih sayang Allah, jadi saat ada yang curhat tentang masalah, ingatkan ia bahwa semua itu justru karena Allah sayang dengan kita..
 
So, mari mulai melangkah..
Mengajak orang pada kebenaran..
Mencegah orang pada kemunkaran..
Karena kita adalah umat yang terbaik..  
Have a nice day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: