Berhaji/ umrah tanpa pahala?

Shahabat Ibnu Mas’ud r.a menyampaikan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

Di akhir jaman akan banyak orang pergi haji tanpa sebab tertentu. Perjalanan kesana sangat dimudahkan bagi mereka dan rezeki mereka pun dilapangkan. Namun, mereka pulang dari sana dalam keadaan kosong dari pahala dan terlepas dari kebaikan. Adakalanya seorang dari mereka diperosokkan oleh untanya di padang pasir dan belantara, sementara tetangganya sendiri dalam kesusahan tidak diberinya pertolongan

Subhanallah, saat pertama kali membaca hadits ini muncul pertanyaan, bagaimana mungkin berhaji tapi tidak berpahala? bukankah haji itu adalah rukun islam ke-5? Wajib hukumnya bagi yang mampu untuk melakukan perjalanan haji.

Oh, ternyata diakhir hadits ada yang menjelaskan alasannya. Bahwa saat ini sangat mudahnya seseorang untuk melakukan perjalanan ke tanah suci, baik untuk melakukan ibadah haji maupun untuk umrah; bahkan liburan atau menikah. Betul?!

Biaya puluhan juta ternyata bukan menjadi halangan bagi sebagian kecil penduduk Indonesia untuk berkali – kali melakukan ibadah haji dan atau umrah. Bahkan sudah menjadi suatu kebanggaan bila bisa setiap tahun bisa naik haji atau setai p berapa bulan sekali bisa ber-umrah.

Padahal dalam Islam, ibadah haji yang wajib dan diperintahkan hanyalah sekali yang disebut dengan Hajjatul Islam (Ibadah haji yang wajib sekali seumur hidup). Maka, sepertinya tepat hadits diatas yang menyebutkan “Di akhir jaman akan banyak orang pergi haji tanpa sebab tertentu“. Tanpa diperintah oleh agama, puluhan juta berpotensi tidak menghasilkan pahala!

Memang tidak berarti semua yang melakukan ibadah haji lebih dari sekali, tidak akan mendapatkan pahala. Hanya Allah SWT yang berhak memberikan penilaian. Namun, dengan hadits diatas kita sudah diberikan rambu2 yang membuat kita bisa melihat dengan lebih jelas bahwa haji dan atau umrah yang tidak memberikan pahala adalah haji yang tidak ada tujuan/ sebab tertentu, yang hanya bertujuan mencari kesejukan dan kenangan spiritual, yang hanya mencari kebanggaan dan pujian, yang hanya mencari tempat yang katanya dengan menangis disana terasa lebih nikmat, yang hanya mencari tempat pelarian dari rasa bersalah atas keberangkatannya ketanah suci yang berasal dari hasil korupsi, yang mencari obat dari kegersangan hati… bukan dengan tujuan mencari ridha Allah SWT. Apalah artinya beribadah, bila Allah tidak ridha atas ibadah itu? betapa sia – sianya.

Terlebih apabila dengan ibadah haji/ umrah yang berkali – kali dilakukan dengan tanpa melihat kondisi sosial yang ada disekitarnya. Berkali – kali menghabiskan puluhan juta (oleh2nya saja bisa berjuta2), dengan berkali – kali pula memalingkan muka dari tetangga2 nya yang sedang mengalami kesulitan makan dan membayar utang, saudara – saudaranya dari yayasan  yang sedang kesulitan mencari dana untuk menghidupi anak2 yatim piatu yang semakin hari semakin banyak kebutuhannya, jama’ah2 sekitarnya yang kesulitan mengumpulkan tambahan dana untuk membeli material guna pembangunan masjid yang sudah tertunda bertahun2 penyelesaiannya. Betapa egoisnya!

Bila memang ada yang beribadah haji/ umrah lebih dari sekali dengan niatan mencari ridha Allah, tolong pertimbangkan kembali niatan anda. Benarkah niatan anda itu? atau hanya kamuflase saja.

Ingatlah hadits diatas dan tentunya ingatlah bahwa ridha Allah tidak hanya datang dengan beribadah haji berkali2, umrah beratus2 kali. Ridha Allah juga dapat diberikan mulai dari ikhlasnya senyuman, memberi makan orang yang kelaparan, sampai shadaqah beratus2 juta yang dengan ikhlas tentunya.😀

5 Responses so far »

  1. 1

    ewepe said,

    Terima kasih untuk Ust. Mohammad Fauzil Adhim untuk pencerahannya via “Membuka Jalan ke Surga” terbitan Pustaka Inti

  2. 2

    amin…amin , mudah mudahan saya mendapat panggilan berhaji.doakan saja

  3. 3

    ewepe said,

    Semoga secepatnya dapat menunaikan Mas Iman… Amiin😀

  4. 4

    Tito said,

    Syarat diterimanya ibadah kita oleh Allah SWT karena 2 hal :
    1. Karena Ikhlas
    2. Karena mengikuti Sunnah Rasulullah Muhammad SAW

  5. 5

    achfaisol said,

    terima kasih sharing info/ilmunya…
    saya membuat tulisan tentang “Benarkah Kita Hamba Allah?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/09/benarkah-kita-hamba-allah-1-of-2.html
    (link di atas adalah tulisan ke-1 dr 2 buah link benarkah kita hamba Allah?)

    Apakah Allah juga mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya?

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: