sahabat…

Semalam…

+ Hei…Apa kabarnya?
– Masya Allah! Lama nggak ketemu ya. Wah2 yg sudah sukses tambah tambun aja
+ Gak pa pa…biar gendut yg penting sehat…hahahaha

Trus ada yg datang…
+ Lho siapa itu?
– Oia, nih kebanggaanku. Kenalin nih temennya Bapak. Panggilnya Oom…

Sambil malu2, sikecil ulurkan tangannya lalu mencium tanganku…
+ Siapa namanya?
– Namanya Ridwan. Nih anak memang pemalu….gak kayak Bapaknya
+ & – Malu – maluin…hahahahaha…

….
+ Kalau ini anakmu, mana istrimu?
– Tuh yg disana itu…(menunjuk tempat yg tidak jauh tapi tak kelihatan karena tempat itu seperti berkabut)
+ (samar2 lihat wujud perempuan dengan rambut sebahu)…Oohh…
+ Salam deh nanti untuknya. Yang dulu?
– (gak jawab, cuman senyum aja)

….
– Kamu sudah?
+ Apaan?
– Nikah dodol!
+ hehe..belum…belum laku
– padahal dulu kayaknya kamu yg duluan. Apa kabarnya si….

Sikecil ngomong sesuatu ke Bapaknya
– Sebentar ya…

Lalu semua samar, dan … adzan shubuh terdengar dari Musholla tak jauh dari rumah.

Astaghfirullah…Ternyata hanya mimpi.
Akupun pergi shalat shubuh berjama’ah.

Sepulang dari Musholla, aku ingat2 kembali sosok orang yang ada dimimpiku. Seorang bapak dengan satu anak lucu bernama Ridwan dan istrinya yang tidak bisa aku lihat dengan jelas wajahnya.

Aku hapal betul wajah orang itu. Rachmad Hidayat Lubis, ST. Sahabat terbaikku sejak SMU sampai kami wisuda sarjana dari TI ITS 2003 silam. Rachmad (biasa dipanggil ucok) berasal dari Medan, tapi sejak semester 7, dia minta jangan lagi dipanggil ucok. “panggil Rachmad saja”, katanya.

Saat aku mulai bekerja disalah satu perusahaan pelayaran nasional, di masih mengajar di program D1 bernama PASTI ITS. Sampai akhirnya, dia mengirim sms dan mengabarkan bahwa dia diterima kerja di Medion, produsen vaksin/ pakan ternak/ lain2 yg aku kurang tahu pasti dan bertempat di Padalarang.

Alhamdulillah… keep contact ya!

Tak lama, menjelang masa nekatku untuk mengundurkan diri dari perusahaan pelayaran itu, aku ketemu dia di Jogja dalam acara pameran produk perdagangan. Saat itu aku menjabat sebagai Business Development Officer yang bertanggung jawab dalam proses sosialisasi anak perusahaan kami yg bergerak dibidang forwarding.

Setelah ngobrol sebentar dan menunggu penyerahan sertifikat serta tanda mata dari Panita Expo sebagai stand terbaik di arena Expo, aku, teamku, dia dan sopirnya makan malam bersama di salah satu restoran terkenal di Jogja.
Disempatkannya memperlihatkan foto seorang gadis dari dalam dompetnya. Singkat Ia berkata, “Nih, calon Ibunya anak – anak. Anak Medion juga. Makanya, aku lagi cari perusahaan lain. Doain ya”.
“Semoga Allah beri kamu yg terbaik..Amin”, jawabku.

Yup, itulah saat terakhir aku ketemu sahabatku itu. Sampai saat ini… aku berusaha mencari kabar keberadaannya. Terakhir aku dengar dia diterima bekerja disebuah bank nasional yg cukup ternama berkedudukan di Jakarta. Hanya anehnya, kenapa tidak ada yg tahu kalau dia ada disana. Tidak juga temanku yg satu perusahaan dengannya.

Subhanallah…begitu rindunya sampai terbawa dalam mimpiku.

Sahabat, mungkin Allah belum berkehendak mempertemukanku denganmu
Tapi Insya Allah…
Dengan ke Maha Pemurahan Nya, kita pasti ditemukan
yang kudo’akan..
Semoga kita bertemu…
Dalam keadaan yang membahagiakan..
Amiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: