state of denial…

Bob Woodward, yang dikenal dengan dua buku best sellernya – Bush at War dan Plan on Attack – kembali berhasil membuat merah “kuping” pemerintahan mister Bush.

Buku berjudul State of Denial: Bush at War, Part III, baru beberapa hari sejak diterbitkan sudah langsung berhasil mencatatkan diri dalam angka penjualan yang cukup fantastis. Melalui 3 kali naik cetak, buku fenomenal tersebut telah berhasil menjual 900,000 eksemplar.  

State of Denial: Bush At War, Part III kembali berisi dengan hasil kinerja Bob Woodward dalam mengorek, meneliti, mencatat dan menyimpulkan “kebobrokan” pemerintahan amrik di tangan mister Bush. Akibatnya, mister Bush dan jajaran pemerintahannya langsung angkat bicara karena jenggotnya terbakar (baca: kebakaran jenggot = sewot) dengan hasil tulisan Bob Woodward. Pembelaan yang disampaikan melalui jubir (juru bicara) gedung putih (dikenal sebagai white house),  John Snow, menyangkal dengan keras isi dari buku tersebut.

Melalui sebuah tulisan sinopsis dan review tentang buku ini (klik disini untuk membaca sinopsis), fakta dan keterangan yang diangkat Woodward dalam bukunya diantaranya adalah masalah yang penting yakni terkait dengan Rumsfeld. Menurut Woodward, mantan kepala staf Gedung Putih Andy Card, yang didukung oleh Laura Bush, pernah meminta Bush agar menyingkirkan Rumsfeld.

Fakta lain yang diungkap Woodward mengenai tragedi 11 September. Bukti kuat terbaru dan lebih akurat berhasil dikuak oleh Woodward yaitu tentang telah adanya peringatan CIA kepada pemerintah AS jauh hari sebelum tragedi itu terjadi. Dituliskan, tepatnya  tanggal 10 Juni 2001, direktur Dinas Rahasia AS (CIA) George Tenet mengadakan pertemuan serius dengan Penasehat Keamanan Nasional Condoleezza Rice. Pada kesempatan itu Tenet sudah mengingatkan kemungkinan serangan teror di luar atau di dalam negeri AS.

Pembeberan pertemuan Tenet dengan Rice 11 Juni 2001 menyulut protes baru terhadap pemerintahan Bush. Para anggota Komisi Penyilidik Independen Kongres AS untuk Tragedi 11 September menunjukkan kegusarannnya karena tidak pernah diberitahu soal pertemuan tersebut.

Nama Woordward menambah panjang daftar orang – orang yang bisa dikategorikan sebagai “target” politik pemerintahan Bush. Apapun latar belakang dari Woodward, pengungkapan dalam buku itu merupakan satu pukulan yang cukup mematikan untuk reputasi pemerintah AS dan Partai Republik mengingat buku ini meluncur lima minggu menjelang pemilu sela. Bisa dibayangkan, bila fakta yang disampaikan Woodward berhasil meyakinkan pembacanya, tak mungkin rakyat AS memaafkan begitu saja tindakan pemerintah AS meremehkan rencana serangan teror yang telah membuahkan tragedi 11 September.  Pembeberan itu juga dapat merenggut kepercayaan orang kepada klaim-klaim Gedung Putih tentang perang AS melawan terorisme. Perang itu bisa dianggap sebagai sandiwara belaka.

Buku karya Bob Woodward telah menciptakan gejolak baru di tengah opini publik AS. Sanggahan-sanggahan seperti yang dinyatakan Jubir Gedung Putih untuk meredam gejolak tidak akan banyak berarti, apalagi ketika Bush dan para penasehatnya sudah beberapa kali terbukti melakukan manipulasi publik, termasuk dalam kasus terungkapnya agen perempuan CIA, penyadapan telefon secara nasional, dan penanganan dampak Badai Katrina.

Well Mr. Bush…siapa yang menanam, dialah yang akan menuai…

Silahkan dinikmati ya mister…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: