Ramadhan Mubarak…

Ramadhan MUbarak 1427 H…

Alhamdulillah, Ramadhan sudah tiba…adakah yang mengetahui bahwa ada dua versi awal Ramadhan 1427 H ini?…

Hizbut Tahrir, salah satu organisasi politik anti kekerasan dengan basis massa Islam, menyerukan kepada ummat Islam untuk mulai puasa Ramadhan per sabtu, 23 September 2006 lalu..baca selengkapnya

Muhammadiyah, NU dan pemerintah via MUI tampaknya kompakan untuk menyerukan awal Ramadhan 1427 H jatuh pada hari minggu, 24 September 2006…

Kok beda?…eit, jangan salah…masing – masing punya dasar lho! Nggak asal – asalan aja. Hizbut Tahrir misalnya, menentukan awal Ramadhan dengan metode Ru’yat Syar’i yakni dengan melihat bulan pertama (hilal) yang muncul selepas maghrib (bila ada maka berarti awal bulan, bila terhalang maka bulan berjalan dibulatkan 30 hari)..cukup dengan mata telanjang karena hal inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Bagaimana dengan ummat Islam lain yang tidak melihat hilal?…

Menurut Hizbut Tahrir, ummat Islam lain yang tidak melihat hilal, tetap bisa menjadikan kesaksian orang yang melihat hilal sebagai dasar untuk memulai puasa dengan syarat tertentu, yaitu: orang yang melihat hilal tersebut haruslah muslim dan terpercaya serta lebih dari satu orang. Dengan kondisi yang serupa itulah Rasulullah pernah memerintahkan rombongan musafirnya untuk berbuka setelah bertemu dengan seorang utusan yang menyampaikan bahwa didaerahnya telah terlihat hilal. Rasulullah tidak mempermasalahkan jarak ataupun lokasi saksi, namun hanya didasarkan pada ke-Islaman saksi.

Muhammadiyah, NU dan pemerintah via MUI pun tidak sembarangan dalam menentukan awal Ramadhan. Metode yang digunakan Muhammadiyah adalah metode yang paling berbeda karena menggunakan hisab (perhitungan) seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan saat ini. NU menggunakan metode yang sama dengan Hizbut Tahrir yaitu ru’yatul hilal. Hanya saja dilakukan di wilayah Indonesia (biasanya daerah tanjung kodok, Lamongan) dan keputusan hasil ru’yat sifatnya lokal untuk Indonesia saja…

Yang mana yang benar?…Wallahu a’lam bishshawwab..

Tapi yang pasti…kapanpun mulainya, kita harus puasa karena wajib hukumnya dan harus berbuka saat takbir telah menggema…

Bagaimana?…ada masukan?…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: