cukup?…

Kalau memang sudah cukup…

Kenapa masih kau teruskan?

Kalau memang kau yakin, sudah menumpuk…

Kenapa masih kau teruskan?

Dia tidak perduli, walau kau beri sejuta keping dinar…

yang kau berikan dengan bangga dihadapan sejuta mata kering pujian

Dia tidak akan minta, kau penuhi rumahnya dengan milyaran dinar…

yang kau masukkan dalam karung keberatan hati dan kerikuhan kapan dinarmu akan kembali

kalau sudah yakin cukup, kenapa kau masih memberi..

kalau memang sudah cukup…sudah beranikah kau mati?

(230906, 05:40)

2 Responses so far »

  1. 1

    dianika said,

    Tercenung saya membaca posting ini..
    Betapa kita selalu menyatakan bahwa kita belum siap untuk mati
    Padahal
    maut itu menjemput tanpa banyak mulut
    maut bertandang tanpa pandang

    Tetapi…
    seperti saat ini..
    saya masih gundah
    hanya karena persoalan hati

    Pada-Nya
    Saya ingin serahkan semuanya
    —-
    Nice posting
    Maen ke tempatku ya..

  2. 2

    ewepe said,

    Terima kasih commentnya…
    Alasan ditulisnya memang juga karena hati..terkadang perlu diingatkan…

    So, mari sama – sama saling mengingatkan…
    Insya Allah saya sering berkunjung…lha wong blog sampeyan bagus…

    Terima kasih dan jangan kapok ya…


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: