October 25, 2006
· Filed under hikmah, welcome drink, words of heart
Puasa berakhir bukan dengan kemenangan diri,
tapi dengan kesediaan berbagi.
Meminta ma’af bukan agar dosa dihapuskan,
tapi karena dosa diakui.
Memberi ma’af bukan karena keluhuran budi,
tapi karena kita terlalu fana untuk menghakimi.
Di Idul Fitri ini, semoga kedhaifan kita temukan kembali.
(written by: Goenawan Mohammad @ Jawa Pos, Oct 23, 2006)
October 22, 2006
· Filed under hikmah, welcome drink, words of heart
Idul Fitri bukanlah diperuntukkan bagi orang yang mengenakan sesuatu yang serba baru, tetapi dipersembahkan bagi orang yang ketaatannya bertambah. Semoga kita termasuk dalam golongan tersebut. Amin…
Taqabbalallaahu minnaa wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum,
Kulu ‘aamin wa antum bi khoirin, minal ‘aidin wal faidzin
Laisal ‘iidu liman labisal jadiid, wa lakinnal ‘iidu liman thoo’atahu taziid
October 9, 2006
· Filed under words of heart
Duh…diri yang mengandung jiwa
Duh…jiwa yang berisi hati
Duh…hati yang membingkai langkah
Langkah menuju fujur atau taqwa
Seperempat abad telah berlalu
Tanpa ada prasasti bukti baktimu
Tiada paham taukah kau akan tujuan
Akan adanya dirimu diciptakan
Duh…diri yang membingkai jiwa
Selamat kurang tahun…
Semoga Penguasa Jiwa mengampunimu…
(Sby, 9 Oktober 2006)
October 4, 2006
· Filed under words of heart
meskipun malam ini bulan tersenyum…
memancarkan pesona malam yang agung
sayangnya, jiwaku yang hampa terikat murung
meskipun malam ini bulan berseri…
tiada peduli jiwa ini
kanan kiri hanya ada sepi
meskipun bulan tersenyum…
penuh pesona bak pemenang
tiada getir takut dirinya kan terbuang
dari pandangan tuan penunggu malam
dimanakah puan?…
yang sanggup meredam kesombongan bulan
dimanakah puan?…
yang meronamerahkan pipinya serona hari menjelang senja
dimanakah puan?…
yang sanggup memalingkan wajah tuan dari berserinya rembulan malam
tiada sanggup hati ini melawan
hanya sanggup berkawan dengan angin malam
menitip untaian ratap hati, dalam pernuh arti…
jauh kepada Ilahi…
ditengah malam, saat bulan tersenyum…
semoga tiada lagi yang berseri,
selain puan puteri disisi hati…amin
(sby, 04 Okt 2006)