Archive for welcome drink
…Palestina, we care…
Ekspresi dari seorang penyanyi Amerika untuk membangkitkan semangat saudara2 kita di Palestina.. menyadarkan kita, kenapa Michael Heart (www.michaelheart.com) saja peduli dengan lagunya “we will not go down” …lalu kita berhenti peduli?
ketik MERC PEDULI kirim ke 7505 Rp.5rb,- buat beli obat utk rakyat Palestina (dibelikan peluru buat perang lawan Zionis, jg gpp).
Israel saja tidak berhenti membunuh, lalu kenapa kita berhenti peduli (BMH)
klik disini untuk download lagu we will not go down (GAZA) karya Michael Heart.
…Perampokan TERBESAR abad ini!!!
Apakah perampokan TERBESAR abad ini?
Uang???… Bukan!
Emas???… Bukan!
Harta???…Bukan!
Saham???…Bukan!
Inilah perampokan terbesar abad ini…
- Perampokan tanah yang luar biasa luasnya..
- Penjajahan yang luar biasa lamanya..
- Pembantaian yang luar biasa kejinya..
Yah, inilah invasi Zionis Israel ke Bumi para nabi, Palestina…

Indiana Jones
Katakanlah:”Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikan bagaimana kesudahan orang-oramg yang dahulu.Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”.
Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka gembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.
Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
Cerita berikut, entah fiksi entah realita… tapi enaknya menganggap ini realita
Cerita ini dicomot dari blognya si Adhitya Mulya (yang terkenal itu hohoho ^^ ), tapi dianya juga nyomot dari multiplynya kelompok orang – orang yang suka diskusi : kelompokdiskusi.multiply.com
———————————————————
Setelah menyetir terlalu lama sepulang dari kampung saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan saya.
“Abang mau beli kue?” Katanya sambil tersenyum. Tangannya segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajanannya.
“Tidak Dik, Abang sudah pesan makanan,” jawab saya ringkas dan akhirnya dia berlalu.
Pesanan tiba, saya langsung menikmatinya. Gak sampe 20 menit kemudian saya melihat anak tadi menghampiri calon pembeli lain. Saya lihat dia menghampiri sepasang suami istri. Mereka juga menolak tawaran anak itu, dan dia berlalu begitu
saja.
“Abang sudah makan, tak mau beli kue saya?” tanyanya tenang ketika menghampiri meja saya lagi.
“Abang baru selesai makan Dik, masih kenyang nih,” kata saya sambil menepuk-nepuk perut. Dia pun pergi, tapi cuma di sekitar restoran. Sampai di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang lalu dia tanya, “mau beli kue saya Bang, Pak… Kakak,… Ibu.” Halus budi bahasanya pikir saya.
Sambil memperhatikan, terbersit rasa kagum dan kasihan di hati saya melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak keluh kesah atau tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya enggan membeli kuenya.
Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil. Saya buka pintu, membetulkan duduk dan menutup pintu. Namun belum sempat saya menghidupkan mesin, anak tadi sudah berdiri di samping mobil. Dia tersenyum kepada saya. Saya turunkan kaca jendela, dan membalas senyumannya.
“Abang sudah kenyang, tapi mungkin Abang perlu bawa kue saya buat oleh-oleh untuk adik- adik, Ibu atau Ayah abang,” katanya sopan sekali, sambil tersenyum. Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan menyelak daun pisang penutupnya.
Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kasihan di hati. Lantas saya buka dompet, dan mengulurkan selembar uang Rp 20.000,- padanya. “Ambil ini Dik! Abang sedekah… Tak usah Abang beli kue itu.” Saya berkata ikhlas karena perasaan kasihan yang meningkat mendadak. Anak itu menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus berjalan kembali ke kaki lima restoran. Saya gembira dapat membantunya.
Setelah mesin mobil saya hidupkan. Saya memundurkan. Alangkah kagetnya saya melihat anak itu mengulurkan Rp20.000,- pemberian saya itu kepada seorang pengemis buta. Saya terkejut, saya hentikan mobil, dan memanggil anak itu.
“Kenapa Bang, mau beli kue ya?” tanyanya.
“Kenapa Adik berikan duit Abang tadi pada pengemis itu? Duit itu Abang berikan ke Adik!” kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.
“Bang, saya tak bisa ambil duit itu. Emak marah kalau dia tahu saya mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah. Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan masih banyak, Mak pasti marah. Kata Mak mengemis kerja orang yang tak berupaya, saya masih kuat Bang!” katanya begitu lancar. Saya heran sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak soal saya terus bertanya berapa harga semua kue dalam bakul itu.
“Abang mau beli semua ?” dia bertanya dan saya cuma mengangguk. Lidah saya kelu mau berkata.
“Rp 25.000,- saja Bang….” Dengan gembira dia memasukkan satu persatu kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp 25.000,-. Dia mengucapkan terima kasih dan berlalu dari pandangan saya.
Ya Tuhan!. Saya hanya bisa bertanya-tanya di dalam hati, siapakah wanita berhati mulia yang melahirkan dan mendidik anak itu ?. Sesungguhnya saya kagum dengan sikapnya. Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya…….
———————————————————
Arti Senyum Peri Cantik…
Peri Cantik,
Lihatlah diseberang samudera…
Terbentang indah pelangi tujuh warna
Hantarkan takjub tiada terkira
Hangatkan hati kala berduka
Ceriakan kalbu penuh cahaya
Peri Cantik,
Sadarkah engkau pelangi itu bagiku hampa
Bila tiada merekah senyum wangi bunga
Tulus hati penuh makna
Dari bidadari yang kupuja
Lalu kenapa engkau bermuram durja?
Akan kemana lagi hati ini mencari cara
Agar senyum tuan putri kembali indah
Dan pelangi kembali berwarna…
jadi bingung…
Bismillahirrahmaanirrahiim
Sejujurnya jadi bingung melihat surat kabar yang beberapa hari terakhir ini membahas masalah cross ownership dari Temasek Holdings di Telkomsel dan Indosat. Juga memberitakan tentang Telkomsel yang melakukan monopoli . Sebagai orang awam ada beberapa hal yang sukar saya mengerti. Mungkin ada yang bisa membantu menjelaskan
Pertama:
Saham Temasek tidak ada yang yang lebih dari 50 %. Biasanya yang tidak lebih dari 50% tidak bisa menjadi penentu mutlak kebijakan bukan? CMIIW. Misalnya: Saham Singtel di Telkomsel hanya 35% sedangkan Telkom 65% berarti yang dominan Telkom. Berarti yang potensial jadi penentu kebijakan Telkomsel adalah Telkom. STT di Indosat juga walaupun mendekati 50% (41.9%) tapi belum lebih dari 50%. Atau ada penjelasan lain terkait dengan masalah penentu kebijakan dilihat dari sudut pandang besaran kepemilikan modal?
Kedua:
Monopoli. Anggaplah misalkan market share Telkomsel adalah 55 – 65 %. Apakah ini yang menjadi alasan Telkomsel didakwa melakukan monopoli? Di wikipedia monopoli disebutkan berikut:
A monopoly (from Greek mono(μονό), alone or single + polο (πωλώ), to sell) is a persistent situation where there is only one provider of a product or service in a particular market. Monopolies are characterized by a lack of economic competition for the good or service that they provide and a lack of viable substitute goods. [1]
Pemahaman saya dari definisi diatas, suatu provider disebut monopoli apabila tidak ada kompetitor dalam penyediaan produk atau layanan. Demikian juga bila tidak ada alternatif lain yang dapat ditemukan oleh pelanggan selain menggunakan produk atau layanan dari sebuah provider. Mungkin yang saat ini tepat disebut sebagai monopoli adalah PLN (Perusahaan Listrik Negara) namun tentunya bisa dikategorikan PLN ini sebagai government monopoly untuk menjaga aset negara dan menjamin hajat hidup orang banyak. (apakah berarti ada kompetitor hajat hidup orang banyak tidak dapat terpenuhi?)… atau juga bila mas Iman Brotoseno; salah satu sutradara kreatif di Indonesia; mendadak jauuuuhhh lebih berhasil mengeksploitasi otak kanannya secara optimal daripada orang lain dan bisa menghasilkan karya2 yang selalu sukses besar sehingga semua calon client lebih memilih menggunakan jasa Mas Iman daripada sutradara lain, apakah Mas Iman dikatakan monopoli? (nuwun sewu mas, ijin mencatut nama sebagai contoh)
—atau contoh diatas gak nyambung dengan tema? jangan ketawa dong…namanya juga lagi bingung
Kembali ke masalah Telkomsel sebagai tertuduh monopoli. Saya lihat pelanggan dapat dengan mudah menemukan produk/ layanan selain yang ditawarkan Telkomsel. Mulai dari produk prepaid (bayar didepan) sampai dengan produk postpaid (bayar belakangan). Tidak ada kesulitan dan halangan untuk meninggalkan produk/ layanan Telkomsel dan berpindah ke provider/ operator lain. Bila kondisinya seperti ini? kira – kira dari sudut manakah Telkomsel disebutkan sebagai tertuduh untuk masalah monopoli sehingga oleh KPPU diwajibkan membayar denda Rp. 25 M dan menurunkan tarifnya 15%
Turun tarif!!!… Ini kebingungan ketiga…
Seandainya, Telkomsel menuruti KPPU dan menurunkan tarifnya trus membuat pelanggan memilih kembali produk Telkomsel sehingga market sharenya bertambah besar… apakah berarti Telkomsel dapat dituduh melakukan monopoli lagi?
Juga seandainya Telkomsel menuruti KPPU dan menurunkan tarifnya, kelebihan apalagi yang dapat ditawarkan provider/ kompetitor lain (apalagi yang baru saja muncul) dapatkah mereka exist melawan Telkomsel dan Indosat serta Excelkomindo yang tentunya semakin gila bermain perang – perangan tarif? kuat – kuatan modal?
Trus juga apakah dengan perang tarif yang tidak dapat dihindari itu, iklim investasi dunia Telekomunikasi Indonesia bisa menjadi lebih baik? … (saya pribadi tetap berharap demikian)… bagaimana orang mau berinvestasi bila tidak ada profit yang bisa diharapkan atau profitnya kecil sekali sehingga lebih baik berinvestasi pada bidang lain atau lebih parah : lebih memilih berinvestasi pada negara2 lain? Dapat apa Indonesia?
Saya pribadi memang keberatan dengan tarif tinggi (baca: mahal) hanya saja bingung juga bila terlalu murah. Bisa hidup darimana perusahaan itu?. Sebenarnya yang dibutuhkan mungkin adalah tarif yang masuk akal bukan tarif yang murah. Tarif tinggi bisa masuk akal apabila terbukti performance produk/ layanannya sangat memuaskan, prestige nya tinggi atau after sale servicenya yahud… Bisakah dijamin dengan harga muraaaaaaah dapat kualitas produk dan layanan yang prima? Kalaupun ada dan akhirnya banyak pelanggan yang menggunakannya sehingga market sharenya besar, berarti musti hati2 bisa jadi di”semprit” KPPU dan didakwa monopoli lho… hehehehe
Nah itu dia kebingungan2 saya… keterbatasan pengetahuan ttg UU antimonopoli, sistematika penentu kebijakan based on kepemilikan modal, monopoli, kondisi ekonomi rakyat dan bangsa Indonesia, potensi investasi, dll membuat kebingungan2 itu muncul…
Tapi enak juga kalau duduk, dengar, baca dikit trus komentar… apalagi kalau ada yang ngebantu ngejelasin ttg hal diatas
sambil nunggu hasil banding dari Temasek, Singtel, STT dan Telkomsel. Kita tunggu di koran2 hari2 kedepan…
info job fair @ Surabaya…
Kemarin dapat informasi dari salah satu rekan kerja, Insya Allah tanggal 20 – 21 November ini akan digelar Job Fair
- Tempat : kampus B UNAIR (Universitas Airlangga Surabaya)
- Jam : 08:00 – 16:00 WIB
Biasanya, atau pengalaman saat dulu masih ikhtiar cari kerja; ada dua tipe pencari kerja… yang pertama: datang dahulu hanya untuk melihat – lihat dan “menarget” perusahaan mana saja yang cocok dan sesuai dengan kriteria diri
Tipe pencari kerja yang kedua: datang dengan persiapan plus yaitu plus dokumen2 pendukung untuk melamar kerja (CV, Fotokopi data diri, transkrip nilai, dll) dan yang paling penting jangan lupa bawa foto ukuran 4 x 6 sebanyak2 nya + bawa ballpoint sendiri (anda tidak akan bisa membayangkan betapa sulitnya mencari pinjaman ballpoint saat job fair)
… sebaiknya tipe kedua ini yang anda teladani hehehe… tidak ada ruginya
Informasi dari rekan saya (perusahaan saya juga buka stand disitu) bahwa kebanyakan perusahaan akan meminta mengisi form pendaftaran selain menyerahkan CV (itu sebabnya penting sekali bawa ballpoint di job fair tersebut)
Selamat berusaha, semoga memperoleh yang terbaik untuk terus berkarya dan beribadah





