Archive for hikmah

Izinkan kami menang Ya Allah…..

bismillaahirrohmaanirrohiim

Izinkan kami menang Ya Allah…..

Malam itu, tiba-tiba saja

rasa mengantuk datang

Menyelimuti semua pasukan perang Badar

Tidak ada yang luput dari “serangan ngantuk”

Hebat tersebut.

Padahal besok mereka semua akan berperang

Melawan pasukan musyrikin Quraisy.

Wajah-wajah lelah mereka berubah

Menjadi wajah-wajah syahdu, mereka tenang

Dalam tidurnya. Mereka sedang

Menikmati pertolongan Allah SWT yang bernama

“mengantuk”

Diam-diam, Rasulullah SAW keluar dari kemahnya

Ditengah keheningan malam yang sejuk

Beliau melewati dan menatap satu-persatu sahabatnya yang

Sedang damai dalam tidurnya.

Beliau menatap sayang dan cinta

Semua sahabatnya yang sudah lelah

Berjalan kaki pada bulan Ramadhan

Dimana itu adalah puasa perdana mereka lakukan.

Ayunan langkah kaki beliau

Berakhir disebuah gundukan pasir yang agak tinggi

Dibawah sebuah pohon yang rindang

Tempat itu menjadi saksi

Sujud-sujud panjang

Dan lantunan doa’ dari seorang

Pemimpin mulia, Rasulullah SAW

“Ya Allah,,,,aku menagih janji-Mu kepadaku”

“Ya Allah,,,,berikanlah kepada kami kepastian Janji-Mu”

“Besok kami semua akan berperang melawan musuh-musuh-Mu

“Jika kami semua besok mati, maka jangan pernah Engkau

“Berharap diri-Mu akan disembah lagi diatas bumi ini!!”

Dalam tangisan cinta & munajat syahdu

Kali itu tangan beliau menengadah dengan

Tinggi…setinggi-tingginya

Sampai-sampai, selempang beliau terjatuh ke tanah

Abu bakar ra menghampirinya, seraya berkata

“cukup,,,cukup,,,cukuplah wahai Rasulullah

“Rabb-Mu pasti mendengarkan”

Sambil beliau menangis juga dan mengembalikan

Selendang Rasulullah ke pundaknya

Wahai…jiwa-jiwa badar

Wahai…jiwa-jiwa kader sejati

Wahai…jiwa-jiwa pemburu surga

Mari kita berkumul di lapangan jihad ini

Saksiksan kami duhai Allah

Tidak ada yang kami cari kecuali Ridho-Mu

Kami butuh kemenangan atas perjuangan ini, Ya Allah

Bukan karena kemenangan itu semata,

Namun kemenangan itu adalah pengakuan-Mu

Atas benarnya iman dan ‘amal kami Ya Allah.

Balikpapan, gang Depag
Gelisah,’’malam-malam yang tenang”

Comments (1) »

Pak,.. bangun pak..

bismillaahirrohmaanirrohiim

Malam itu seperti biasa, aku dan keluargaku pergi untuk mencari rizqi. Di jaman yang serba materialis ini, sesuap nasipun harus didapatkan dengan bekerja keras tanpa henti.

Apalagi aku, seorang pemulung. Ya, aku melakukan pekerjaan keseharianku sebagai seorang pengumpul barang-barang bekas. Kardus, plastik dan sebagainya. Aku mengumpulkan barang-barang tidak terpakai itu dari tong-tong sampah, dari tempat pembuangan akhir atau dari mana saja yang aku bisa dapatkan.

Malam itu, menjadi satu malam yang istimewa bagiku dan keluargaku. Seperti malam sebelumnya, aku, istri dan anak laki-lakiku yang masih kanak-kanak sudah bersiap istirahat dibawah kolong jembatan rel kereta di stasiun Bandung ini.

Seperti biasa, istriku menyempatkan menemani anakku yang masih belum lelah untuk sekedar main dan berlarian dikolong jembatan ini.

Ya Rabbi, begitu berat rasanya ujianmu ini. Aku telah engkau takdirkan menjadi seorang kepala keluarga yang tidak mampu berbuat banyak untuk anak dan istriku. Kuatkanlah aku ya Rabbi, ditengah ujianmu ini.

Demikianlah aku mengawali istirahatku malam itu dengan penuh pengharapan. Aku malu untuk bertanya pada anak dan istriku, apakah kiranya mereka masih lapar. Karena jika aku bertanyapun, aku merasa tidak punya jawaban untuk rasa lapar mereka.

Sudah tak tertahankan lagi rasa kantukku. Terlebih setelah lama aku mengumpulkan barang-barang bekas ini. Terlelaplah aku diatas tumpukan kardus bekas diatas gerobakku. Sayup masih kudengar suara anak laki-lakiku berlarian ditengah deruan suara mobil yang terkadang melintas di dekat kami.

Aku, tidak tahu sudah berapa lama aku terlelap. Namun kemudian suara keras anakku tiba-tiba membangunkan aku..

Pak.. bangun pak..

bagun pak.. kita dikasih makan pak.. ada yang kasih makan kita.

tuh itu pak, orang yang itu yang kasih pak…

Diantara sadar dan tidurku, ditengah malam yang gelap itu, aku melihat sesosok laki-laki setengah baya berjalan menjauh dari tempat kami berteduh. Laki-laki itu mempercepat jalannya seakan tidak mau aku tahu siapa dia. Bahkan belum sempat aku berterima kasih padanya. Laki-laki itu sudah jauh meninggalkan kami.

Laki-laki itu yang telah memberikan makan malam kami hari ini. Sejenak setelah memberikan sekotak roti ini dia langsung meninggalkan kami. Tidak sepatah katapun dia ucapkan, hanya usapan lembut di pipi anakku. Itulah yang aku bisa dapatkan dari cerita istriku yang masih terjaga saat itu. Sekotak kue mewah lengkap dengan hiasannya. Masih hangat.

Kulihat binar bahagia dimata anak dan istriku. Sangat langka peristiwa ini terjadi pada kami. Ada yang tetap membuatku terhanyut dalam renunganku malam itu. Masih adakah orang yang berhati mulia semisal laki-laki itu di jaman ini.

Ataukah dia bukan manusia, melainkan malaikat yang dikirimkan Allah untuk menghampiri kami malam itu. Menghangatkan kami dikala tiada pembatas kami dengan angin berhembus. Mengisi kekosongan perut kami. Dan menjadi pengkabulan doaku..

Doaku untukmu wahai saudaraku… semoga Allah membalas kebaikanmu dengan yang lebih mulia disisiNya.. amin..

Disunting, dengan sedikit perubahan setting dari kisah seorang saudara di Bandung..buahjeruk.

Leave a comment »

Peduli Gaza, Palestina, kita bisa !

Bagaimana jika anda termasuk penduduk Palestina di Gaza. Kira-kira apa yang anda harapkan sekarang ini.

Jika anda tinggal di Gaza, dan kemudian Israel mengempur rumah-rumah anda, kemudian tiada tempat lagi untuk tinggal. Apa yang akan anda lakukan ?

Jika salah seorang penduduk Palestina di Gaza adalah Ibu, Bapak atau Anak-anak kita.. Lantas apak yang akan kita berikan.

Segelas air, sesuap makanan sangat dibutuhkan disana. Mari kita bantu mereka. Memberikan asa, bagi anak-anak Palestina

Berikut ini adalah tulisan pemerhati Palestina. Pemerhati akan nasib dan perjuangan didalamnya. Wahai saudaraku akankah kita diam,sementara saudara kita mengalami kepedihan disana ? Bantu Gaza

Tifatul sembiring ..

Lelehan darah dan air mata rakyat Palestina meneriakkan kepiluan, “Waa Islamah…”. Di manakah saudara-saudara seiman?. Sedangkan Rasulullah saw. pernah bersabda, “Perumpamaan orang-orang beriman dalam percintaan dan kasih sayang mereka, bagaikan satu tubuh. Bila ada satu bagian yang sakit, maka semua tubuh merasakan sakit dan demam, hingga tidak bisa tidur”.

Di mana engkau wahai saudaraku kaum muslimin, Saat kaum Yahudi datang merobek-robek rumah kami, Menumpahkan segala jenis bom-bom dan amunisi Kreasi akhir zaman berteknologi tinggi Kami bertempur melawan musuh dan dinginnya malam Dengan tangan-tangan kosong, yang hanya tinggal kepalan. Di mana engkau wahai saudaraku kaum muslimin, Saat kami berlari-lari di kegelapan. Menghindari desing peluru yang berhamburan, Menyeret kaki berdarah-darah. Yang sobek tertancap besi yang patah. Di mana engkau wahai saudaraku kaum muslimin.

Saat keluarga kami dicerai-beraikan, Oleh panasnya bom fosfor yang melelehkan jangat di badan. Saat aku berdiam menggigil di bawah gundukan Menanti waktu pagi saat gencatan. Di mana engkau wahai saudaraku kaum muslimin, Ketika kutemui anak-anak kami terserak bergeletakan Dengan tubuh lebam penuh luka mematikan. Saat jeritanku pecah, tak lagi tertahankan Menatap ketiga jasad mereka yang kaku dan diam Rasa nyeri hati tak mampu kusabarkan Semalam penuh mereka meraung-raung kesakitan.

Kini… Kukecup satu per satu buah hati kami … dengan tatapan mata perpisahan Gaza… oh Gaza, dua puluh satu malam. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Tiga minggu penuh serangan brutal Israel dihujamkan ke wilayah Palestina di jalur Gaza. Pada awalnya serbuan dimulai dengan pesawat-pesawat canggih F-16 yang memekakkan telinga di jalur Gaza. Jalur yang sempit itu hanya memiliki lebar rata-rata lima kilometer dengan bagian yang paling lebar tidak lebih dari dua belas kilometer. Di sebelah Utara dan Timur berbatasan dengan Israel, di sebelah Barat ada bibir laut Mediterania. Di Selatan ada sebuah celah sempit—kota Rafah—berbatasan dengan Mesir.

Akan tetapi perbatasan ini dijaga oleh dua lapis pasukan. Lapis pertama oleh tentara Mesir dan lapis ke dua adalah tentara Israel. Dengan bom-bom cluster yang canggih, senjata terbaru buatan Amerika, Israel menghancurkan dan membombardir sasaran-sasaran sipil. Mereka tidak peduli apakah itu mesjid, sekolah-sekolah, rumah-rumah, bahkan tempat-tempat penampungan pengungsi yang dikelola oleh PBB. Semua mereka hantam dengan membabi buta.

Serangan ini hanya dilawan Hamas dengan senjata-senjata kecil yang biasanya digunakan dalam perang kota. Tentu saja, terjadi ketidak seimbangan kekuatan yang sangat mencolok, karena harus melawan berbagai kekuatan senjata dan alat pembunuh yang canggih keluaran terbaru. Di tengah berlangsungnya kebiadaban ini, dengan tenang dan penuh diplomasi, George W. Bush—Presiden Amerika Serikat saat itu–mengatakan bahwa Israel hanya sedang membela diri karena ditembak roket-roket Hamas.

Tidak puas dengan serangan udara, hari berikutnya tank-tank Israel merangsek masuk ke wilayah Gaza, menghantam dan meluluhlantakkan bangunan-bangunan yang ada. Tanpa belas kasihan, seorang wanita yang mengibarkan bendera putihpun dihajar oleh peluru tank Israel, hingga tubuhnya hancur berserpihan. Tentara-tentara Yahudi ini memang tak peduli, apakah sasarannya perawat, dokter, pekerja sosial, atau wartawan sekalipun, semua dibantai.

Sementara belasan negara Arab hanya mematung bingung tanpa protes, tanpa bantuan, dan tanpa pembelaan. Setiap pagi mata kita berkaca-kaca menyaksikan berita tentang Gaza di televisi. Malam demi malam korban selalu bertambah. Tidak kurang dari seratus orang rata-rata korban meninggal setiap hari dan lebih dari lima ratus orang luka berat. Saat gencatan senjata, setelah Gaza diserang selama tiga pekan, data jumlah korban meninggal lebih dari 1500 orang dan lebih dari 5000 orang luka berat dengan cacat permanen atau kelumpuhan dan amputasi anggota badan.

Kebiadaban Israel ini memang di luar perikemanusiaan yang dikenal oleh peradaban. Bangsa yang telah dikutuk Allah swt. melalui lisan Daud dan Isa ‘alaihimassalam ini datang dan merampas tanah-tanah rakyat Palestina, setelah Inggris menduduki wilayah tersebut paska Perang Dunia I. Skenario mendatangkan orang-orang Yahudi ke Palestinapun dimulai. Perlahan namun jumlah mereka setiap waktu meningkat sangat siginifikan. Lalu pada tahun 1922, PBB menguatkan mandat Palestina di bawah Inggris.

Teror-teror Yahudi atas penduduk Palestina, bahkan kasus pembakaran Masjidil Aqsha, mendapat perlindungan penuh dari tentara Inggris. Dan atas bantuan PBB, Inggris, Rusia dan Amerika, maka pada tahun 1948 berdirilah Negara Israel. Mereka memperluas wilayah pendudukan atas Palestina dan wilayah Arab sekitarnya. Selanjutnya lebih ekspansi lagi dalam perang tahun 1967.

Jadi sekali lagi perlu ditegaskan dan diingatkan, bahwa status Israel atas Palestina adalah PENJAJAHAN. Awalnya hanya 5% wilayah Palestina yang diduduki oleh Yahudi. Namun kini lebih dari 80% tanah Palestina telah dirampas Israel. Kisah terakhir adalah dipenghujung tahun 2008. setelah Israel sukses memecah belah pemerintahan Palestina hasil pemilu yang paling demokratis. Pemilu yang dimenangkan oleh Hamas tersebut dimusuhi, diboikot, termasuk oleh AS dan Negara-negara Eropa.

Kemudian Palestina dibelah, Mahmud Abbas dan Fatah mengklaim Tepi Barat, sementara Hamas bertahan di Gaza. Lalu disepakati gencatan senjata antara Hamas dengan Israel, namun Israel memblokade seluruh perbatasan. Tentara-tentara Yahudi memutus aliran listrik, menyetop pasokan gas dan juga memutus aliran air bersih ke Gaza. Mereka juga menyetop dan menahan semua bantuan, termasuk makanan maupun obat-obatan bagi rakyat Palestina.

Tampak jelas sekali Israel amat berambisi membuat 1,5 juta rakyat Palestina yang tinggal di Gaza ini mati perlahan. Korbanpun mulai berjatuhan. Untuk memecah kebuntuan, setelah berakhirnya masa gencatan senjata, guna menarik perhatian dunia Internasional, maka Hamas menembakkan beberapa roket kecil ke wilayah Israel yang mengakibatkan kerusakan berupa lubang-lubang dangkal sebesar piring makan. Inilah yang kemudian direspon Israel dengan memborbardir habis Gaza selama 21 malam berturut-turut.

Lelehan darah dan air mata rakyat Palestina meneriakkan kepiluan, “Waa Islamah…”. Di manakah saudara-saudara seiman?. Sedangkan Rasulullah saw. pernah bersabda, “Perumpamaan orang-orang beriman dalam percintaan dan kasih sayang mereka, bagaikan satu tubuh. Bila ada satu bagian yang sakit, maka semua tubuh merasakan sakit dan demam, hingga tidak bisa tidur”. Kita melihat sedikit sekali perhatian dunia Islam pada saudara-saudara kita di Gaza.

Padahal, sumbangan ini walaupun kecil—katakanlah walau hanya satu dolar—akan sangat berarti manakala seluruh ummat Islam di dunia serempak melakukannya, agar saudara-saudara kita di Gaza pulih dari penderitaan dan kehancurannya. Solidaritas kita akan mengalirkan semangat pada rakyat Palestina di Gaza, hingga mereka akan bangkit dan terus berjuang. Bahkan seorang Michael Heart pun terinspirasi menggubah sebuah lagu ”Sontg for Gaza”, unutk melawan kezaliman ini, diantara bait syairnya berbunyi: “We will not go down in the night without a fight, you can burn up our mosques and our homes and our schools, but our spirit will never die. We will not go down in Gaza tonight.” Memang kita sendiri—bangsa Indonesia—yang hampir 90% penduduknya adalah muslim.

Peran dan kontribusi kita, sangat diharapkan oleh Negara-negara Islam lainnya, namun masih sangat sedikit memberi perhatian kepada rakyat Palestina. Berbagai demonstrasi solidaritas yang dilakukan, memprotes kebrutalan Israel, masih harus menerima cibiran dan kecurigaan dari beberapa kalangan. Dan saudaraku, betapa aku jadi malu sendiri, ternyata masih amat sedikit yang dapat kulakukan. Dan aku lebih tidak peduli lagi, ketika disebut sebagai tersangka, sebab membela saudara kami dari kejahatan kemanusiaan. Wallahua’lam bishawwab.

Comments (1) »

Baru, Pelindung Anti Peluru dari Kertas !

Pertempuran sengit di Gaza antara pejuang Hamas dan Pasukan Israel sedang dalam masa tenang. Israel sedang melakukan genjatan senjata. Namun demikian, sejumlah korban masuk terus dirawat dirumah sakit yang sudah hampir tidak bisa lagi menampung jumlah korban.

Seperti halnya dipeperangan manapun, hal-hal yang tidak masuk akalpun sering kali menjadi penghias cerita-cerita perang ini. Diantara sekian banyak korban yang dirawat di Gaza, ada cerita menarik dari seorang dokter yang menangani kasus gawat darurat disana.

Arrahman.com melaporkan, peristiwa itu diceritakan oleh beberapa dokter Yordan yang menjadi relawan di Gaza.

Dr Hisam Az Zighah menyatakan hal yang telah ia saksikan itu di acara Festival Ikatan Dokter Yordan beberapa hari yang lalu. Di hadapan para wartawan ia menunjukkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al-Quran serta buku kumpulan doa-doa, Hishnul Muslim.al-quran-dan-peluru

Cerita bermula dengan datangnya salah seorang pejuang yang menderita luka di rumah sakit As Syifa’, lalu dokter tersebut melakukan pemeriksaan. Akan tetapi ketika proses pemeriksaan medis dilakukan, dokter itu dikejutkan dengan sepotong proyektil peluru yang ia temukan bersarang di saku pejuang tersebut.

Timah panas itu gagal menembus jantung pejuang itu, karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf Al-Quran yang selalu berada di saku si pejuang. Buku kumpulan doa itu berlobang, akan tetapi hanya sampul muka mushaf yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Demikian, Allah telah menampakkan ayat-ayatnya, melalui para pejuang yang ikhlas dan taat. Semoga Allah selalu memberi perlindungan kepada hamba-hamba- Nya yang membela agamanya.

Leave a comment »

Cerita Sebelum Tidur…

Nih, ada cerita menarik dari Blog sebelah. Bisa dijadikan pelajaran buat kita semua, cerita ini bisa jadi benar atau salah. Menceritakan pertemuan antara dua makhluk yang menarik. Selengkapnya disini.

Leave a comment »

Perangkap Tikus…

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan  dengan seksama sambil menggumam “hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??”  

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak ” Ada Perangkap Tikus di rumah…. di rumah sekarang ada perangkap tikus….”  

Ia mendatangi ayam dan berteriak ” ada perangkap tikus”. Sang Ayam berkata ” Tuan Tikus…, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku”  

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata ” Aku turut ber simpati… tapi tidak ada yang bisa aku lakukan”  

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. ” Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”  

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata “Ahhh… Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”  

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.  

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.  

Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.  

Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.  

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.  

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.  

Dari kejauhan… Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.  

SO… SUATU HARI… KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA… PIKIRKANLAH SEKALI LAGI.

Comments (1) »

jangan serakah…

Belajar dari pengalamannya si tupai di extra movienya Ice Age, karya pixar. Berlebihan dalam menyimpan harta, akhirnya gak dapat apa – apa… yang lebih parah malah dikubur bareng hartanya seperti kisahnya si Qorun… naudzubillah!

Leave a comment »

Berhaji/ umrah tanpa pahala?

Shahabat Ibnu Mas’ud r.a menyampaikan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

Di akhir jaman akan banyak orang pergi haji tanpa sebab tertentu. Perjalanan kesana sangat dimudahkan bagi mereka dan rezeki mereka pun dilapangkan. Namun, mereka pulang dari sana dalam keadaan kosong dari pahala dan terlepas dari kebaikan. Adakalanya seorang dari mereka diperosokkan oleh untanya di padang pasir dan belantara, sementara tetangganya sendiri dalam kesusahan tidak diberinya pertolongan

Subhanallah, saat pertama kali membaca hadits ini muncul pertanyaan, bagaimana mungkin berhaji tapi tidak berpahala? bukankah haji itu adalah rukun islam ke-5? Wajib hukumnya bagi yang mampu untuk melakukan perjalanan haji.

Oh, ternyata diakhir hadits ada yang menjelaskan alasannya. Bahwa saat ini sangat mudahnya seseorang untuk melakukan perjalanan ke tanah suci, baik untuk melakukan ibadah haji maupun untuk umrah; bahkan liburan atau menikah. Betul?!

Biaya puluhan juta ternyata bukan menjadi halangan bagi sebagian kecil penduduk Indonesia untuk berkali – kali melakukan ibadah haji dan atau umrah. Bahkan sudah menjadi suatu kebanggaan bila bisa setiap tahun bisa naik haji atau setai p berapa bulan sekali bisa ber-umrah.

Padahal dalam Islam, ibadah haji yang wajib dan diperintahkan hanyalah sekali yang disebut dengan Hajjatul Islam (Ibadah haji yang wajib sekali seumur hidup). Maka, sepertinya tepat hadits diatas yang menyebutkan “Di akhir jaman akan banyak orang pergi haji tanpa sebab tertentu“. Tanpa diperintah oleh agama, puluhan juta berpotensi tidak menghasilkan pahala!

Memang tidak berarti semua yang melakukan ibadah haji lebih dari sekali, tidak akan mendapatkan pahala. Hanya Allah SWT yang berhak memberikan penilaian. Namun, dengan hadits diatas kita sudah diberikan rambu2 yang membuat kita bisa melihat dengan lebih jelas bahwa haji dan atau umrah yang tidak memberikan pahala adalah haji yang tidak ada tujuan/ sebab tertentu, yang hanya bertujuan mencari kesejukan dan kenangan spiritual, yang hanya mencari kebanggaan dan pujian, yang hanya mencari tempat yang katanya dengan menangis disana terasa lebih nikmat, yang hanya mencari tempat pelarian dari rasa bersalah atas keberangkatannya ketanah suci yang berasal dari hasil korupsi, yang mencari obat dari kegersangan hati… bukan dengan tujuan mencari ridha Allah SWT. Apalah artinya beribadah, bila Allah tidak ridha atas ibadah itu? betapa sia – sianya.

Terlebih apabila dengan ibadah haji/ umrah yang berkali – kali dilakukan dengan tanpa melihat kondisi sosial yang ada disekitarnya. Berkali – kali menghabiskan puluhan juta (oleh2nya saja bisa berjuta2), dengan berkali – kali pula memalingkan muka dari tetangga2 nya yang sedang mengalami kesulitan makan dan membayar utang, saudara – saudaranya dari yayasan  yang sedang kesulitan mencari dana untuk menghidupi anak2 yatim piatu yang semakin hari semakin banyak kebutuhannya, jama’ah2 sekitarnya yang kesulitan mengumpulkan tambahan dana untuk membeli material guna pembangunan masjid yang sudah tertunda bertahun2 penyelesaiannya. Betapa egoisnya!

Bila memang ada yang beribadah haji/ umrah lebih dari sekali dengan niatan mencari ridha Allah, tolong pertimbangkan kembali niatan anda. Benarkah niatan anda itu? atau hanya kamuflase saja.

Ingatlah hadits diatas dan tentunya ingatlah bahwa ridha Allah tidak hanya datang dengan beribadah haji berkali2, umrah beratus2 kali. Ridha Allah juga dapat diberikan mulai dari ikhlasnya senyuman, memberi makan orang yang kelaparan, sampai shadaqah beratus2 juta yang dengan ikhlas tentunya. :D

Comments (5) »

sahabat sejati… anda punya?

Sahabat sejatiku hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi aku datang menghampirimu
Kuperlihatkan semua hartaku
Kita slalu berpendapat kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kau pun raja
Aku hitam kau pun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi

Penggalan lirik lagu sahabat sejatiku milik Sheila On 7, tiba – tiba saja muncul dibenakku saat membaca salah satu bab dari buku berjudul Financial Spritual Quotient (FSQ) karya Iman Supriyono (beliau adalah pendiri SNF, sebuah lembaga advisor dalam bidang strategic finance, dll).

Pada salah satu bab, pembaca buku tersebut diharuskan untuk menghentikan sejenak asyiknya membaca buku FSQ dan memberikan perhatian penuh kepada definisi dari sahabat sejati. Sahabat sejati adalah sahabat yang bisa saling berbagi dalam suasana suka dan duka. Selalu ada dan siap membantu saat dibutuhkan.

Kemudian, pembaca diminta menuliskan 5 nama sahabat yang masuk dengan kriteria itu. Berpikir sejenak, nomer pertama terisi dengan nama sahabat yang kukenal sejak bekerja di sebuah perusahaan pelayaran dan forwarding di Surabaya. Nomer kedua berisi nama sahabat yang kukenal sejak sekolah di SMU Negeri 1 Surabaya. Nomer ketiga….sedikit lebih lama dan akhirnya aku putuskan berani menuliskan nama sahabatku yang aku kenal saat sama – sama masuk diperusahaan yang sekarang.

Nomer 4? hmmm…. siapa ya???… hmmmmmmmmmmm…. aku baca lagi definisi sahabat yang dituliskan. Ah masa’ gak ada lagi sahabatku?

Aku baca lagi definisinya… Astaghfirullah…

Aku memang tidak bisa menuliskan nomer ke-4 dan nomer ke-5. Aku tidak tahu siapa yang harus kutulis. Akupun tidak merasa layak menuliskan nama di nomer ke-1, ke-2 maupun ke-3….

Pelan – pelan kuhapus tulisan nama – nama itu. Aku baru sadar. Aku menganggap mereka sahabat, mungkin memang benar demikian adanya dari kacamataku bagaimana mereka telah memenuhi kriteria sahabat yang ada. Tapi aku baru sadar, sahabat bukan berarti orang yang banyak berjasa, banyak membantu dan banyak memberi kepada kita berarti sahabat kita.

Sahabat adalah saat mereka telah melakukan hal – hal yang menjadi kriteria sahabat kepada kita dan yang terpenting kita juga telah melakukan hal – hal yang menjadi kriteria sahabat kepada mereka.

Sudahkah aku melakukan dan memenuhi kriteria itu? kenapa dari awal aku hanya berpikir siapa saja orang yang telah dengan sukahati mau membantuku saat aku kesusahan. Aku semula tidak berpikir sebaliknya. Have I done the same to them?

Aku jadi berpikir, saat ini aku merasa mereka telah cukup layak menjadi sahabat tapi apakah aku sudah layak dan sudah berusaha menjadi sahabat mereka dengan kriteria yang ada?

Aku perlu melakukan sesuatu! Aku akan coba berkirim email kepada mereka dan minta mereka menuliskan 5 nama sahabat mereka dengan kriteria yang sama. Semoga namaku tercantum disana & dengan demikian aku bisa menuliskan nama mereka dalam daftar nama 5 sahabatku. Bila tidak?! maka banyak hal yang musti kulakukan. Aku harus mulai mencoba menjadi sahabat mereka!

Anda juga mau mencobanya? Siapa nama 5 sahabat anda?

Comments (3) »

Assalamu’alaikum Wr Wb

Seperti biasa, aku masih suka mem-forward tulisan dari emailnya teman ke blog ini. Lebih karena tulisan ini menarik dan tentunya ada value yang Insya Allah bisa kita ambil bersama. Btw, benar juga pendapat salah satu teman. Membacanya jadi mengingatkan kita pada sosok Shabina Beghum yang berjuang sampai pengadilan tinggi untuk haknya memakai hijab… Subhanallah

—————————————————————– 

“I’m so tired”
“Tired of what?”

“Of all these people judging me.”
“Who judged you?”

“Like that woman, every time I sit with her, she tells me to wear hijab.”
“Oh, Hijab and music! The mother of all topics!”

“Yeah! I listen to music without Hijab. Haha!”
“Maybe she was just giving you an advice.”

“I don’t need her advices. I know my religion. Can’t she mind her own business?”
“Maybe you misunderstood. She was just being nice.”

“Keeping out of my business, that would be nice…”
“But it’s her duty to encourage you do to good.”

“Trust me. That was no encouragement. And what do you mean ‘good’ ?”
“Well, wearing Hijab, that would be a good thing to do.”
Read the rest of this entry »

Comments (1) »